Categories
Review Game

[REVIEW] Mass Efek Legendary Edition – Mahakarya untuk Trilogi Terbaik

E-P-C – Sebagai salah satunya developer games terbaik, BioWare memang jago meramu dan membuat beberapa games berkualitas pada jalan narasi memiliki bobot. Cerita-kisah kepahlawanan yang epik kerap kali jadi plot khusus dalam kreasi besar mereka. Lihat saja banyak games hebat mereka, jenis Dragon Age: Origins, Dragon Age: Inquisition, Jade Empire, Baldur’s Gate, dan seri Star Wars.

Semua sebagai games kelas tinggi dengan plot narasi dalam, gameplay kece, grafis hebat, dan audio memikat. Nach, salah satunya games terbaik punya BioWare ialah Mass Efek yang terdiri jadi tiga seri khusus. Semua seri itu memperoleh ulasan positif walau ada juga beberapa kritikan.

Pada 14 Mei 2021 lalu, BioWare dan Elektronik Arts kambali melaunching games slot online terakhir dengan judul Mass Efek Legendary Edition sebagai kombinasi dari ke-3 seri awalnya. Sebaik apa games instruksi sutradara Mac Walters itu? Yok, baca ulasan di bawah ini.

1. Cerita komplet pada sebuah bebatan yang utuh

[REVIEW] Mass Efek Legendary Edition - Mahakarya untuk Trilogi Terbaik

Tidak salah bila BioWare memberi embel-embel Legendary Edition pada judul games ini. Kenyataannya, hal itu memang mengarah pada cerita legendaris dari ke-3 seri khusus Mass Efek. Dalam kata lain, Mass Efek Legendary Edition sebagai remastered dari 3 judul khusus awalnya. Terang, plot atau alur cerita khusus akan persis sama dengan beberapa seri yang sempat dibikin.

Mass Efek sendiri sebagai games yang paling kental dengan dunia sci-fi. Seakan tidak cukup senang dengan luasnya Bumi, pengembang malah membuat keputusan untuk membuat games penjelajahan luar angkasa. Bukan sekedar penjelajahan biasa, gamer dapat menelusuri antargalaksi dan bertandang ke planet-planet asing yang ada. Luar biasanya kembali, ada beberapa ras dan tipe makhluk asing yang ada pada games ini.

Sama seperti pada seri pertama, sebelumnya, kamu bisa menjadi Komandan Shepard yang banyak memiliki pekerjaan untuk sebagai wakil manusia di semesta alam, dimulai dari penyidikan, penerimaan, training, perundingan, dan turut serta aktif dalam Dewan Keamanan Alam Semesta. Nach, apesnya, ada satu figur hebat—sesama komandan keamanan—yang berencana kejahatan di semesta alam.

Tentu saja bukan pekerjaan gampang untuk Shepard untuk lakukan interograsi dan tangkap si antagonis. Barisan Shepard akan bertualang cari panduan di beberapa pelosok semesta alam. Diawali disini, kamu akan turut serta secara intensif dan kemungkinan habiskan mayoritas waktumu untuk menelusuri satu planet ke planet yang lain. Karena sangat masifnya, Mass Efek Legendary Edition dipandang bukan sekedar role-playing games (RPG) biasa.

Oh, ya, hubungan di antara pemain dengan watak-karakter yang lain juga dalam dan luas. Ada banyak tipe ras alien atau makhluk asing yang berada di beragam pelosok semesta alam. Antiknya, semua punyai karakter semasing. Bila kamu menyenangi cerita fiksi ilmiah dan sukai memikirkan bagaimana asyiknya keliling semesta alam, games yang ini akan membuat kamu bergadang sampai lupa waktu.

2. Gameplay masih tetap menyenangkan

[REVIEW] Mass Efek Legendary Edition - Mahakarya untuk Trilogi Terbaik - E-P-C

Walau sedikit ada tambahan dan modifikasi, gameplay pada Mass Efek Legendary Edition teruslah menyenangkan. Kamu masih tetap mengontrol watak Shepard dari belakang punggungnya. Bila pada keadaan battle, watak dapat digerakkan dalam status cover atau berlindung. Pemakaian senjata dan poin serupa dengan seri awalnya.

Yang perlu diakui malah saat kita akan mengontrol kendaraan rover di atas planet. Bila belum terlatih, kita bisa secara mudah merusak rover itu. Tetapi, memakai rover di permukaan planet yang gersang malah dapat memberi kepuasan tertentu.

Pada dasarnya, pemain tetap ditugaskan untuk mengambil, menyelidik, dan menuntaskan visi khusus. Bila ingin bergembira sekalian memperoleh jawaban mengenai semesta alam, kamu dapat menuntaskan visi sambilan yang tidak menjemukan. Oh, ya, membuat senjata, armor, dan kekuatan pribadi harus terkuasai karenanya terkait dengan kekuatan serang atau bertahan.

Pada umumnya, BioWare masih menjaga kualitas gameplay-nya yang lama walau masih tetap sedikit ada modifikasi agar semakin mempermudah. Baik pemain lama atau baru, penyesuaian tak perlu dilaksanakan secara dalam. Dalam kata lain, kamu akan cepat nikmati gameplay yang ada tanpa usaha yang terlalu berlebih.

3. Grafis tidak menakjubkan, tetapi tetap pantas untuk menganakemaskan mata

Mass Effect Legendary Edition review: Best RPG series ever? - E-P-C

Lumrah bila grafis dalam games ini tidak tampil wah ala-ala banyak RPG modern. Masalahnya ini kali, BioWare memang ambil dan mengimplementasikan banyak games awalnya jadi satu judul. Tetapi, tidak berarti grafisnya jelek. Keseluruhannya, grafis pada Mass Efek Legendary Edition masih pantas untuk digolongkan menganakemaskan mata.

10 Pemain dengan Peringkat Paling tinggi di PES 2020, Ronaldo dan Messi Puncaknya !

7 Developer Game yang Sudah “Tutup” dengan Daftar Games Luar Biasa!

Apa lagi, pengembang memang tingkatkan sedikit kualitas visual karena kreasinya ini dimainkan untuk PS4, Xbox One, dan sudah pasti PC. Kenaikan visual akan terlihat di wajah watak, detil lingkungan, dan atmosfer semesta alam dalam beberapa potongan episode. Janganlah lupa, pengembang masukkan beberapa DLC (content tambahan) dengan grafis yang disamakan pada kekuatan konsol Xbox One dan PS4.

4. Audio masih tetap kental dengan topik sci-fi

Mass Effect™ Legendary Edition for PC | Origin

Dari dahulu, BioWare memang tidak pernah tanggung bila memasangkan kualitas audio pada setiap games yang mereka bikin. Umumnya, mereka punyai watak kuat dan konsentrasi dalam soal suara dari tiap-tiap figur. Jika sepintas menyaksikan bagaimana bagusnya pengisi suara dalam Dragon Age: Origins dan Dragon Age: Inquisition, hal yang sama dengan diaplikasikan dalam RPG ini kali.

Kemungkinan awalannya, audio kedengar cukup kaku, khususnya di sejumlah sesion pembicaraan pada Mass Efek 1. Tetapi, kualitas audio semakin lebih baik dan semua dipenuhi oleh topik sci-fi yang paling kental. Langkah mereka meramu pembicaraan di antara ras alien dan bangsa juga manusia dipandang unik dan terlepas. Pembicaraan masih tetap memakai bahasa Inggris dan terkadang ada bahasa khusus dari ras alien yang lain.

Untuk musiknya, aura fiksi ilmiah zaman 1990-an malah semakin terasa dan kedengar seperti kombinasi musikal retro dan tekno kekinian. Tetapi, di sanalah asyiknya. Cerita peperangan luar angkasa tidak terus-terusan harus menerapkan musik metal seperti DOOM Eternal atau audio mendebarkan seperti pada semesta Gears of War.

5. Telah capai sasaran harapan dari fans

Mass Effect: Legendary Edition is getting some huge changes: These are the  highlights - SlashGear

1Ketiadaan mekanisme cover manual dalam games Mass Efek sisi pertama kemungkinan penulis kira sebagai salah satunya kekurangan dalam games ini. Di lain sisi, kenaikan visual (grafis) yang tidak demikian berarti bisa menjadi point untuk jatuhkan games third-person shooter ini. Tetapi, tetap, penulis dibikin kagum dan kerasan mainkan Mass Efek Legendary Edition dalam waktu lama.

Satu kembali, diperlukan waktu sekitaran 130 jam bila ingin mainkan semua content dalam games ini, terhitung beberapa DLC-nya. Kamu dapat memainkan dengan mencicil sepanjang beberapa minggu, bahkan juga beberapa bulan. Alur ceritanya lumayan gampang dituruti dan linear dari sejak awalnya sampai akhir. So, apa Mass Efek Legendary Edition dapat menjadi koleksi bernilai untuk fans sci-fi?

Untuk penulis, jawabnya ya. Games ini sudah menjadi satu diantara kreasi terbaik BioWare yang menyusun cerita legendaris Mass Efek. Keseluruhannya, penulis memberi score 4,5/5. Bagaimana denganmu? Apa kamu suka juga dengan games bertopik fiksi ilmiah?

Baca Juga : [REVIEW] Aliens: Fireteam Elite – Nostalgia Tanpa Kualitas Tinggi

Categories
Review Game

[REVIEW] Nioh 2 – The Complete Edition – Menimbulkan Aura Gelap di Jaman Sengoku

E-P-C – Nioh 2 – The Complete Edition sebagai games garapan Koei Tecmo yang meliputi semua content dan sisi dari Nioh 2 ditambahkan dengan 3 pengembangan DLC, yaitu The Tengu’s Disciple, Darkness in the Capital, dan The First Samurai. Kreasi sama dari developer Tim Ninja ini dikenali sebagai games samurai yang bertopik dark dan sarat dengan mistik.

Di-launching pada 5 Februari 2021, Nioh 2 – The Complete Edition masih tetap menyuguhkan cerita samurai kuat dengan bebatan grafis yang mempesona. Nach, bagaimana penilaian dari games yang ini? Yok, kita baca pembahasan secara singkat berikut ini.

1. Prekuel epik di jaman Sengoku

[REVIEW] Nioh 2 - The Complete Edition - Menimbulkan Aura Gelap di Jaman Sengoku

Nioh 2 – The Complete Edition bercerita prekuel atau cerita saat sebelum games Nioh sisi pertama. Background pada games ini diambil dari cerita kuno di jaman Sengoku, persisnya di akhir 1500-an. Sudah pasti alur cerita dalam games sebagai cerita fiktif dan disembunyikan beberapa cerita berkenaan riwayat Jepang di jaman keemasan samurai era ke-16.

Kamu akan mainkan figur protagonis yang hendak kamu penyesuaian lebih dulu pada awal narasi. Semenjak awalnya, watak yang kita permainkan telah terhitung ke kelompok manusia yang berkekuatan khusus, terhitung kuasai komponen Yoka, semacam makhluk astral dari Yokai Realm. Penjelajahan di jaman Sengoku Jepang akan membawamu pada beberapa tokoh samurai besar di periode kemarin.

Kamu akan turut serta dengan barisan pemburu iblis dan beberapa faksi yang lain yang berperan dalam keruntuhan salah satunya panglima perang legendaris Jepang. Satu perihal yang memikat ialah keterkaitanmu secara dalam di beberapa cerita yang sempat terjadi di jaman Sengoku. Tentu saja, semua diwujudkan dengan perjalanan hidup yang berisi beberapa hal fiktif dan mistik.

Oh, ya, semenjak awalnya diperkenalkan, pengembang telah mengatakan jika ada beberapa nama besar pimpinan Jepang di era ke-16 yang akan diperlihatkan. Benar saja, watak-karakter legendaris jenis Oda Nobunaga, Takenaka Hanbei, Akechi Mitsuhide, Azai Nagamasa, Hattori Hanzo, dan Tadakatsu Honda bisa diperlihatkan dengan epik oleh Koei Tecmo.

2. Mekanisme permainan yang agresif, tapi masih tetap berteman

[REVIEW] Nioh 2 - The Complete Edition - Menimbulkan Aura Gelap di Jaman Sengoku - E-P-C

Untuk penulis, mainkan Nioh 2 – The Complete Edition lewat basis PC semakin terasa cepat dan adaptive. Tujuannya, walau gameplay berasa kompleks dan agresif, personalitasnya masih gampang untuk diadaptasi oleh beberapa pemain yang baru mainkan games Nioh. Ya, seperti seri pertama kalinya, watak pertempuran yang ditemui oleh pemain akan berasa warna dengan beragam jenis macam gempuran.

Selainnya tiga tipe combat stance, pemain harus juga kuasai mekanisme Flux. Feature ini sebenarnya cukuplah sederhana, yaitu kembalikan beberapa stamina langsung di saat berperang dengan lawan. Tetapi, bila tidak menguasainya secara baik, kamu akan kesusahan bertanding dengan beberapa musuh yang mempunyai Ki (stamina) yang tinggi. Oh, ya, ada banyak tambahan senjata baru walau kehadiran senjata-senjata lama masih tetap dipertahankan.

Nach, salah satunya feature paling unik dalam games ini ialah kekuatan watak khusus dalam berbeda bentuk jadi iblis Yokai . Maka, dapat secara cepat kita pahami jika watak yang kita permainkan memang bukan manusia biasa. Bila sukai dengan style pertempuran yang cepat, keras, dan hajar kromo, feature Yokai ini dapat kamu gunakan untuk menyeimbangi lawan yang sama masuk ke kelompok iblis.

Terang Koei Tecmo ingin membandingkan Nioh dan Nioh 2 – The Complete Edition pada segi gameplay-nya. Ini kali, dengan adanya banyak lawan yang sangat membahayakan, mereka sukses membuat mekanisme permainan yang agresif, beringas, dan cepat. Tetapi, semua bisa digerakkan secara ramah dan lumayan gampang untuk diadaptasi.

3. Kualitas visual terang mempesona

Nioh 2 -  E-P-C

Mengagumkan dan mempesona, berikut kesan-kesan pertama penulis di saat mainkan Nioh 2 – The Complete Edition lewat PC. Selainnya PC, games ini di-launching untuk PS4 dan PS5. Adapun, kualitas grafis pada versus PS5-nya kelihatan lebih tajam daripada PS4. Untuk masalah grafis, Tim Ninja lewat Koei Tecmo memang tidak pernah bermain-main dalam tampilkan watak yang menganakemaskan mata.

Design manusia dan iblis dapat dilukiskan dengan inovatif dan detil. Belum juga beberapa episode kece yang terkait dengan pertempuran barbar di dunia Yokai, tentunya membuat kita semakin agresif dalam mainkan kreasi yang dicatat oleh Ryohei Hayashi ini. Kehadiran beragam jenis lawan dari kelompok iblis akan lebih memperkuat aura yang dark dan gelap.

[REVIEW] LOST in Blue (Global) – Jadilah Penyintas yang Inovatif

[REVIEW] Marvel’s Avengers: War for Wakanda – Keren Tanpa Komponen Baru

Tetapi, di luar dunia iblis, penampilan semua watak manusianya diangkat secara bagus. Kamu akan menyaksikan bagaimana detil dan rapinya pelukisan beberapa tokoh manusia yang memakai armor, senjata, dan peralatan tempur yang lain. Bila saja kedatangan beberapa Yokai dapat dikesampingkan, kamu malah akan terlarut pada beberapa cerita samurai classic dengan semua jenis plot politiknya.

Pada umumnya, kualitas visual pada Nioh 2 – The Complete Edition dapat disamakan dengan games kelas tinggi yang lain. Memainkan sepanjang beberapa jam di tengah-tengah penampilan kelas tinggi malah dapat beresiko hanya karena membuat kita lupa waktu. So, jika ingin tahu dengan style visualnya, kamu dapat membeli di Steam dengan harga Rp699 ribu.

4. Kualitas audionya juga tidak kaleng-kaleng

Mengobrol dengan Team Ninja tentang Nioh 2 - E-P-C

Sebenarnya, Tim Ninja dan Koei Tecmo bukan terhitung developer yang menyukai dengan audio berlebihan seperti pengembang banyak games barat, jenis Activision, BioWare, EA Sport, atau Epic Game. Yap, dapat disebutkan jika Koei Tecmo sama dengan audio ciri khas Jepang yang enteng, imut, dan bertopik cerah. Bahkan juga, mereka telah sama dengan audio jenis itu semenjak 25 tahun kemarin.

Lihat saja banyak gaung mereka, seperti Dead or Alive (1996), Ninja Gaiden, dan Fire Emblem Warriors, semua memakai tipe audio yang lumayan ringan, cerah, dan benar-benar kental dengan games ciri khas Jepang. Nach, bukannya memakai langkah yang serupa, Koei Tecmo malah meningkatkan games dengan audio yang berkesan gelap, berat, dan dewasa.

Beberapa sisi gelap dari jaman Sengoku di Jepang dapat ditranslate dengan baik sekali lewat audio yang tentu saja tidak kaleng-kaleng. Untuk menunjukkan kesungguhannya, faksi developer menggamit Yugo Kanno, seorang komposer dan pemusik asal Jepang yang berhasil bikin beragam jenis audio untuk anime dan seri tv. Itu penyebabnya, mainkan games ini dengan earphone berkualitas ialah jalan terbaik untuk nikmati aura mistik dan gelap di dunia Yokai.

5. Salah satunya kreasi terbaik yang harus dikoleksi

Nioh 2: Tips - E-P-C

Untuk penulis, Nioh 2 – The Complete Edition ialah kreasi terbaik yang sempat dibikin oleh Tim Ninja, bahkan juga melewati seri Nioh yang pertama. Alur cerita epik yang gelap, jumlahnya beberapa tokoh legendaris Jepang yang didatangkan, gameplay agresif, grafis keren, dan audio menakjubkan ialah jejeran bukti jika games ini pantas untuk memperoleh animo lebih.

Bila mempunyai konsol PS5, kamu seharusnya tidak melewati judul kece yang ini. Sudah tentu grafisnya lebih tajam dan detil. Tentu saja ini didukung dengan kualitas 3D Audio punya Sony. Oh, ya, untuk gamer yang pemula dengan mekanisme permainan action role-playing games, kamu tidak perlu cemas karena Nioh 2 – The Complete Edition masih lumayan berteman buat dimainkan.

So, penulis memberi score 4,5/5 untuk games mengenai pemburu iblis ini. Kamu dapat memainkan di konsol PS4, PS5, dan basis PC. Sayang, kemungkinan pengembang tidak melaunching seri Nioh ke konsol Xbox Seri X. Walau sebenarnya, banyak gamer Xbox yang telah jatuh cinta dengan games hack and slash ini.

Baca Juga : PlayStation dan Kumpulan Konsol Games yang Digemari pada Tahun 90-an